Gelar Market Sounding di Alila, BWB Expo Sebut Ekosistem Wellness Solo Sangat Menjanjikan
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | SURAKARTA — Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 melirik potensi besar industri kesehatan dan kecantikan di Kota Solo.
Hal ini ditandai dengan digelarnya Market Sounding di Alila Hotel Solo, pada Rabu (4/2/2026), yang bertujuan mengajak pelaku industri lokal untuk memperluas pasar hingga ke level internasional.
Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana Tirtawati, mengungkapkan bahwa pemilihan Solo sebagai salah satu lokasi market sounding, bukan tanpa alasan. Solo dinilai memiliki ekosistem industri kreatif, kesehatan, kecantikan, serta budaya yang berkembang pesat.
"Market sounding di Solo menjadi langkah strategis untuk membangun konektivitas antara pelaku industri daerah dengan platform pameran berskala nasional dan internasional, sekaligus mendorong kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Dr. Diah di sela-sela acara.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi pelaku industri di wilayah Solo Raya, mulai dari asosiasi, pemilik merek (brand owner), hingga pelaku UMKM yang ingin naik kelas.
Targetkan 5.000 Pengunjung
BWB Expo 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Sanur, Bali.
Pameran ini menargetkan kehadiran 150 exhibitor dan 5.000 pengunjung profesional, meningkat dua kali lipat dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Project Director BWB Expo, Feri Agustian Soleh, menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional.
Mengutip data Global Wellness Institute (2025), Indonesia saat ini menjadi kontributor terbesar ekonomi wellness di Asia Tenggara dengan nilai valuasi mencapai USD 55,8 miliar.
"Indonesia memiliki kekuatan pada kekayaan alam dan kearifan lokal," kata dia.
Melalui BWB Expo 2026, imbuh Feri, kami mendorong pelaku industri daerah untuk terhubung dengan pasar nasional dan internasional.
Selain di Solo, rangkaian promosi BWB Expo 2026 juga akan menyasar kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta dan Semarang.
Reporter: Fatikha Fikriyatul Mudhi’ah

