BREAKING NEWS

Dian Farizka Sebut Jawa Tengah Salah Satu Lumbung Suara Nasional Bagi PKN


BERITA SOLO | SEMARANG — Sekretaris Pimpinan Daerah (Pimda) Jawa Tengah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Mochamad Rochim, menegaskan posisi strategis Jawa Tengah sebagai “paku” kekuatan dan kemenangan PKN menuju Pemilu 2029. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat konsolidasi dan restrukturisasi pengurus PKN Jawa Tengah di Semarang, Jumat (30/1/2026).

Rapat konsolidasi ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Pimpinan Nasional (Pimnas) PKN untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan struktur organisasi. 

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Restrukturisasi Nasional Pimnas PKN bersama jajaran pimpinan pusat, di antaranya Pranyoto Ateng selaku Ketua Bidang Organisasi, Denny Charter, Dian Farizka selaku Wakil Sekretaris Jenderal, serta Moin Tualeka selaku Sekretaris LBH Nusantara.

Sebanyak 35 Pimpinan Cabang (Pimcab) kabupaten/kota se-Jawa Tengah hadir penuh dan mengikuti jalannya konsolidasi dengan antusias, menandai kesiapan struktur daerah dalam menghadapi agenda politik jangka panjang partai.

Dalam sambutan pembuka, Mochamad Rochim menekankan pentingnya disiplin organisasi, kekompakan, serta kesinambungan kerja politik.

"PKN telah membuktikan diri lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2024. Itu bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan soliditas. Pemilu 2029 harus lebih baik, lebih kuat, dan lebih berprestasi," tegas Rochim.

Ketua Bidang Organisasi Pimnas PKN Pranyoto Ateng menegaskan bahwa seluruh struktur partai harus segera bersiap menghadapi tahapan awal Pemilu 2029, yakni Verifikasi Faktual (Verfak) dan Verifikasi Administrasi (Vermin).

"Capaian PKN pada Pemilu 2024 cukup signifikan. Kader PKN telah menjadi ketua dewan, anggota legislatif, hingga kepala daerah di sejumlah wilayah. Ini menjadi modal politik sekaligus pemicu semangat kerja kolektif," ujarnya.

Tim Restrukturisasi Nasional PKN menargetkan konsolidasi di Pulau Jawa rampung paling lambat 5 Februari 2026, dimulai dari Jawa Barat, dilanjutkan Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Hingga akhir 2026, seluruh struktur Pimda dan Pimcab PKN ditargetkan tertata rapi, solid, dan siap menghadapi Pemilu 2029.

Wakil Sekretaris Jenderal Pimnas PKN Dian Farizka menegaskan bahwa restrukturisasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis menyeluruh.

"Kami bertanggung jawab memastikan struktur partai di semua level, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, aktif, efektif, dan benar-benar bekerja," tegasnya.

Dian juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pengurus yang tidak aktif.

"Tidak boleh ada struktur mati. Jika tidak bergerak, harus segera dilakukan pergantian melalui mekanisme tambal sulam,” katanya.

Lebih lanjut, Dian menyoroti Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung suara nasional, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar ketiga di Indonesia.

"PKN wajib mendapatkan kursi di Jawa Tengah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Wilayah ini adalah kunci," ujarnya.

Ia menutup dengan target tegas terkait perolehan kursi.

"Daerah yang sudah memiliki kursi harus menambah. Daerah yang belum, wajib merebut kursi," pungkas Dian Farizka. (Sa/by)
Posting Komentar