-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | BERITA TERBARU HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Masker Eksentrik Buatan Indonesia Dipakai Lady Gaga

    EDITOR
    Jumat, 11 September 2020, 13.01.00 WIB Last Updated 2020-09-11T06:01:17Z
     Masker Eksentrik Buatan Indonesia Dipakai Lady Gaga

    BERITA SOLO ■ Dua desainer asal Indonesia dipercaya untuk membuat masker yang mengangkat haute couture fashion atau adibusana, untuk penyanyi papan atas Lady Gaga dan tim penari latarnya.

    Masker-masker ini bahkan terlihat di ajang MTV Video Music Awards yang diselenggarakan di kota New York, belum lama ini, yang diselenggarakan secara tatap muka, namun lebih tertutup. Mereka adalah desainer asal Surabaya, Diana Putri untuk Diana Couture, dan Mety Choa, untuk Maison Met, di Jakarta.

    Masker Bertema “Chromatica”

    Tak lama setelah peluncuran album terbaru Lady Gaga yang berjudul Chromatica, bulan Mei lalu, Diana Putri langsung mendesain masker eksentrik yang bertema logo album tersebut.

    Masker tersebut terlihat dipakai oleh Lady Gaga, saat tengah melakukan gladi resik untuk acara MTV Video music Awards, bersama penyanyi Ariana Grande, belum lama ini.

    “Jadi saya tuh menggunakan desain ‘Chromatica’ yang terinspirasi oleh logo album terbarunya. Lalu saya juga menggunakan palette warna pink. Logonya itu kayak merupakan‘Sin,’ jadi bentukwavelength, yang dijelaskan dalam konsep matematika,” ujar Diana Putri melalui wawancara Skype dengan VOA, belum lama ini.

    Penggarapan masker ini memakan waktu sekitar dua hari. Warna pink Diana pilih untuk Lady Gaga, yang menggambarkan rasa cinta, kebaikan, serta healing atau penyembuhan. Menyesuaikan dengan gaya Lady Gaga yang nyentrik, Diana menghiasi masker ini denganrhinestoneatau berlian buatan, paku hiasan, dan lainnya.

    Ini memang bukan pertama kalinya Diana mendesain pakaian untuk sederetan selebriti Amerika. Salah satunya adalah pakaian yang dikenakan oleh Ariana Grande di panggung MTV Video Music Awards tahun 2018. Sambil melantunkan lagu terbarunya “God is a Woman,” Ariana Grande mengenakan pakaian bernuansa emas yang terinspirasi dari judul lagu tersebut dan lukisan “The Last Supper” karya pelukis legendaris Leonardo da Vinci.

    Melihat maskernya dipakai oleh Lady Gaga, Diana mengaku “happy banget.”

    “Kayaknya gimana ya, kalau kita punya karya gitu dipakai oleh seorang Gaga gitu kan, gimana ya, bersyukur, happy, super-super excited!” ujarnya dengan bahagia.

    Komunikasi antar Surabaya dan Los Angeles, biasanya dilakukan melalui perwakilan Diana Putri di Los Angeles ,denganstylistLady Gaga, Marta Del Rio. Menjelang MTV Video Music Awards 2020 lalu, Marta sempat meminta Diana untuk membuat masker berteknologi yang bisa digunakan oleh Lady Gaga saat menyanyi di panggung.

    “Waktunya udah mepet banget dan kemudian untuk shippingnya kan sekarang susah ya. Akhirnya untuk mask yang technology generated itu, saya nggak bisa buatin,” jelas desainer yang pernah merancang busana untuk Janet Jackson, Kesha, Carmen Electra, Carrie Underwood, Toni Braxton, Janelle Monae, Sabrina Carpenter dan masih banyak lagi ini.

    Namun, siapa yang menyangka jika masker karyanya ini, yang lalu ia buat dalam beberapa versi dan warna, akhirnya dipakai oleh para penari latar Lady Gaga, saat tampil di ajang MTV Video Music Awards 2020.

    “Tetap saya bersyukur dipakai dancer-nya,” kata Diana.

    Sejak awal merancang masker khusus untuk Lady Gaga, Diana memang fokus membuat masker yang bisa dipakai sehari-hari.

    “Jadi yang kemarin untuk Gaga itu bukan untuk acara sebesar VMA. Jadi lebih kayak facemask yang bisa dipakai untuk hari-hari. Tapi tetap ada spesial signature-nya. Cuman saya bersyukur banget dia pakai face mask itu tuh pada saat dia rehearsal. Itu kan berarti face mask saya itu benar-benar nyaman untuk dipakai dia,” tambahnya.

    Untuk para fans Lady Gaga, Diana lalu merancang masker yang hampir mirip dengan yang seperti ia buat untuk Lady Gaga, yang bisa ditemukan di salah satu showroom yang bekerja sama dengan perwakilan Diana Putri di Los Angeles. Masker-masker ini dijual dengan harga satuan sekitar 40 dolar atau hampir setara dengan 600 ribu rupiah.

    “Kan banyak tuh mereka yang benar-benar fansnya Gaga yang memang kepingin. Jadi saya buatin tapi nggak sama kayak gitu. Kayak cuman pakai inisial namanya mereka, jadi nggak bisa sama persis,” ujar Diana.

    Partner Sindikasi Konten: VOA
    Diterbitkan: beritasolo.com
    Editor: Aisha Syifa


    Comments

    Tampilkan

    BERITA TERBARU

    loading...
    loading...