BREAKING NEWS

Kupas Tuntas Sunnah Makan Rasulullah, Tausiyah Kesehatan Rumah Sehat An-Nahl di Donohudan


BERITA SOLO | BOYOLALI — Momen menunggu waktu berbuka puasa, pada Minggu (1/3/2026) dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Tegalan, Donohudan. Jamaah antusias mendatangi Mushola Al-Ikhlas untuk mengikuti kajian edukasi kesehatan holistik yang menghadirkan praktisi dari Rumah Sehat An-Nahl.


​Mengusung tema menarik yakni "Mengobati dengan Cara Makan", kehadiran tim Rumah Sehat An-Nahl ini merupakan bagian dari safari dakwah dari masjid ke masjid. Tujuannya satu: mengedukasi warga sekitar untuk kembali menjaga pola hidup sehat sesuai sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

​Tausiyah menjelang adzan Maghrib tersebut dibuka dengan syahdu oleh Founder Rumah Sehat An-Nahl Boyolali, Arga Janu. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat Asy-Syu'ara ayat 80:

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ


"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku."

​Dalam kajian edukasi tersebut, Arga menjelaskan secara rinci bahwa kesembuhan bisa diraih dengan bahan-bahan alami di sekitar kita. Ia mencontohkan penggunaan lidah buaya besar yang terbukti ampuh untuk menurunkan dan mengobati penyakit asam lambung yang sering kambuh saat berpuasa.


​Kembali ke Sunnah Makan Rasulullah

Lebih dari sekadar memaparkan obat herbal, edukasi ini menitikberatkan pada adab keseharian yang sangat vital, namun sering dilupakan: tata cara dan jadwal makan. Di hadapan jamaah yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak, Arga merincikan sunnah makan Nabi Muhammad ﷺ dengan sangat detail.

​Para jamaah diingatkan kembali untuk membiasakan makan menggunakan tangan kanan dengan tiga jari (telunjuk, jempol, dan jari tengah). Selain itu, makanan disunnahkan untuk dikunyah minimal 33 kali agar enzim di dalam mulut dapat mencerna makanan dengan sempurna sebelum masuk ke lambung.

​Bahkan, postur tubuh saat makan pun tak luput dari pembahasan. Arga mempraktikkan cara duduk makan ala Rasulullah, yakni dengan posisi kaki kanan yang ditegakkan. 
Metode edukasi aplikatif ini sukses membuat jamaah di Mushola Al-Ikhlas mendapatkan pencerahan baru tentang bagaimana merawat anugerah tubuh dengan panduan langsung dari Sirah Nabi.(*)

EDITOR ■ Fatikha Fikriyatul Mudhi’ah

Posting Komentar