Enam Keunggulan Iran dalam Perang Hari Ini
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | JAKARTA — Keunggulan Iran saat ini (dalam konteks geopolitik dunia) sebenarnya tidak hanya satu bidang saja. Negara ini memiliki beberapa kekuatan strategis yang membuatnya tetap berpengaruh di Timur Tengah, meskipun terkena banyak sanksi internasional.
Berikut analisis yang paling menonjol yang berhasil di himpun dari pengamat Geopolitik dunia.
1. Kekuatan misil dan teknologi militer
Salah satu keunggulan terbesar Iran adalah teknologi misil dan drone.
Iran memiliki arsenal misil balistik terbesar di Timur Tengah.
Misil tersebut mampu menjangkau banyak wilayah di kawasan, termasuk pangkalan militer asing.
Iran juga terus mengembangkan misil baru seperti Qassem Bassir ballistic missile dengan jangkauan sekitar 1.200 km.
Selain itu, Iran sangat kuat di bidang: drone militer dan misil jelajah serta sistem pertahanan asimetris.
Strateginya adalah tidak menyaingi Amerika secara langsung, tetapi menciptakan senjata murah, namun efektif untuk deterrence.
2. Industri militer mandiri
Karena terkena sanksi Barat selama puluhan tahun, Iran terpaksa mengembangkan industri senjata domestik.
Mereka mampu memproduksi sendiri, seperti drone tempur, misil, tank dan sistem artileri.
Industri ini membuat Iran tidak terlalu bergantung pada impor senjata.
3. Jaringan pengaruh regional (proxy power)
Iran memiliki jaringan kelompok sekutu di berbagai negara Timur Tengah.
Misalnya, Hezbollah di Lebanon, kelompok Houthi movement di Yaman dan ribuan milisi di Irak dan Suriah.
Strategi ini sering disebut “forward defense”, yaitu memperluas pengaruh tanpa harus perang langsung.
Akibatnya, Iran dapat mempengaruhi konflik di beberapa negara sekaligus.
4. Posisi geografis sangat strategis
Iran berada di dekat Selat Hormuz, jalur laut penting bagi perdagangan minyak dunia.
Sekitar 20% minyak global melewati jalur ini.
Artinya, Iran memiliki pengaruh besar terhadap keamanan energi dunia. Setiap konflik di kawasan bisa mempengaruhi harga minyak global.
Ini membuat Iran selalu menjadi aktor penting dalam geopolitik global.
5. Program nuklir sebagai “kartu strategis”
Iran juga memiliki program nuklir yang sangat maju.
Mereka mampu memperkaya uranium hingga sekitar 60%, mendekati tingkat yang diperlukan untuk senjata nuklir.
Status ini sering disebut “threshold nuclear state”, yaitu negara yang hampir mampu membuat senjata nuklir.
Hal ini memberikan daya tawar politik yang besar dalam diplomasi internasional.
6. Hubungan strategis dengan kekuatan besar
Dalam beberapa tahun terakhir Iran semakin dekat dengan, Russia dan China.
Contohnya, kerja sama militer dan pembelian sistem pertahanan dan rencana pembelian misil anti kapal dari China.
Hubungan ini membantu Iran mengimbangi tekanan dari Barat. (*)
Editor ■ Gusti Haes

