Menteri PU Kebut Fasilitas Atlet Paralimpik di Karanganyar, Siapkan Rp 400 Miliar untuk GOR hingga Skybridge
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | KARANGANYAR — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Asrama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Delingan, Karanganyar, pada Senin (15/7) siang. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan dan keberlanjutan pembangunan fasilitas bagi para atlet paralimpik.
Dalam keterangannya di hadapan media, Menteri PU mengungkapkan bahwa fasilitas yang ada saat ini sudah dalam kondisi baik. Meski awalnya terdapat permohonan baru terkait gedung edukasi, pihak kementerian akan memprioritaskan beberapa infrastruktur krusial yang sangat dibutuhkan oleh para atlet di area asrama tersebut.
"Sebenarnya ke sini kan ada permohonan baru untuk gedung edukasi. Tapi ternyata masalah yang utama itu ada Gedung Olahraga kedua yang mesti kita bangun, plus skybridge atau jembatan penghubung," ujar Dody usai meninjau lokasi.
Pembangunan skybridge ini dinilai sangat mendesak untuk memudahkan aksesibilitas para atlet paralimpik yang memiliki keterbatasan fisik, terutama dalam situasi darurat. Dody menambahkan bahwa fasilitas tersebut bertujuan supaya nanti kalau listrik mati, para atlet tidak kesulitan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Selain GOR kedua dan skybridge, proyek ini juga akan mencakup pengadaan genset baru, pembangunan gedung edukasi, serta pemagaran kawasan asrama. Menteri PU menyebutkan total anggaran yang disiapkan untuk keseluruhan proyek ini diperkirakan mencapai kisaran Rp 400 miliar menggunakan alokasi anggaran berjalan saat ini.
Menanggapi pertanyaan terkait rencana penundaan pembangunan asrama baru, Dody menjelaskan bahwa kapasitas asrama yang ada saat ini dinilai masih sangat mencukupi dan masih longgar. Oleh karena itu, kementerian memilih mengalihkan fokus anggaran agar lebih efisien dan tepat guna.
"Daripada kita bikin sesuatu yang mubazir, kita pindahkan menjadi gedung edukasi di balik bukit ini. Kebetulan pada saat yang sama, NPC juga meminta itu. Jadi asrama kita tunda sementara waktu. Nanti kalau muridnya sudah penuh, baru kita bangunkan gedung asrama lagi," terang Menteri PU.
Proyek pengerjaan ini rencananya akan melibatkan kontraktor lama melalui mekanisme perpanjangan kontrak kerja. Keseluruhan pembangunan fasilitas masif ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Dody optimis bahwa dalam tahun-tahun ini pengerjaan akan dimulai dengan total semua pengerjaan mungkin memakan waktu hampir satu tahunan.
Menanggapi target besar tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Strategis Jawa Tengah, Affi Triato, menyatakan kesiapan penuh jajarannya di tingkat wilayah. Pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya proyek fisik dari awal hingga akhir agar tidak meleset dari target nasional.
Affi Triato menegaskan bahwa selaku pelaksana di lapangan, pihaknya siap untuk segera melaksanakan pembangunan fisik tahap kedua ini. "Seluruh tim akan bekerja optimal agar seluruh fasilitas, mulai dari gedung edukasi training center hingga skybridge, bisa selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, " urainya.
Selain fasilitas-fasilitas utama di atas, proyek pengembangan tahap kedua ini juga akan mencakup pengadaan genset pendukung serta pemagaran sterilisasi kawasan. Pengerjaan masif ini akan diupayakan berjalan secepatnya dengan memanfaatkan mekanisme perpanjangan kontrak dari kontraktor sebelumnya, dengan target total waktu pengerjaan hampir satu tahun. (hrs)
