Gubernur Ahmad Lutfi Pastikan Stok Elpiji 3 Kg di Jawa Tengah Melimpah, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Font Terkecil
Font Terbesar
KARANGANYAR - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa ketersediaan gas Elpiji 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi yang sangat aman. Hal ini setelah Gubernur melakukan pengecekan stok ketersediaan gas Elpiji di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar, Rabu (8/4) pagi.
Dalam kesempatan ini, Gubernur mengatakan stok Elpiji saat ini mencapai 14.833 metrik ton atau setara dengan enam kali lipat dari kebutuhan normal masyarakat. Berlimpahnya stok ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menjamin bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa khawatir akan terjadinya kelangkaan di pasaran.
"Masyarakat jangan terjebak dalam perilaku panic buying atau aksi borong yang berlebihan. Perilaku menimbun stok karena rasa panik justru akan mengganggu pola distribusi yang sebenarnya sudah diatur dengan sangat baik," ucap Ahmad Lutfi kepada awak media.
Gubernur telah menginstruksikan jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng beserta dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan distribusi gas bersubsidi ini tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Fanda Crismianto selaku GM Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah menyatakan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk menjamin kelancaran pasokan.
Fanda Crismianto menekankan bahwa Pertamina tidak melakukan pembatasan kuota dan memastikan pasokan ke pangkalan-pangkalan tetap tersedia dengan harga yang wajar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp18.000. "Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan praktik ilegal seperti pengoplosan atau penimbunan gas LPG di lingkungannya agar melaporkan ke pihak yang berwenang, " tandasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus menjaga mata rantai distribusi mulai dari ketersediaan hingga keterjangkauan harga di seluruh kabupaten dan kota. Ahmad Luthfi memperingatkan para oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan cara menyuntik atau mengoplos tabung gas bersubsidi bahwa pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu.
Dengan ketersediaan energi yang sangat mencukupi, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan rumah tangga, dapat berjalan dengan stabil tanpa gangguan pasokan energi. (hrs)
