Dengan Bacaan Qur’an yang Menyentuh Hati, Mahasiswa UNIBA Pimpin Sholat Idul Adha di Balai Kota Surakarta
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | SURAKARTA — Sejak pagi buta, ribuan jamaah dari berbagai wilayah Kota Surakarta dan sekitarnya telah memadati area pelaksanaan sholat untuk mengikuti momentum Hari Raya Kurban yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan, nuansa ukhuwah Islamiyah, dan semangat kebersamaan.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun ini terasa semakin istimewa karena menghadirkan sosok imam muda dengan kualitas bacaan Al-Qur’an yang sangat baik, suara merdu, tartil yang tertata, serta penghayatan yang mendalam ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Sosok tersebut adalah Dedi Mulyadi, yang juga dikenal dengan nama Ust. Abdul Wahab Chasbullah Al Hafiz.
Mahasiswa semester 4 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta tersebut dikenal sebagai salah satu pemuda penghafal Al-Qur’an yang aktif mendalami ilmu-ilmu Al-Qur’an, khususnya bidang Qira’at Sab‘ah, di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta.
Ketika mengimami sholat dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, suara beliau yang lembut, jernih, dan penuh ketenangan mampu menghadirkan atmosfer spiritual yang sangat menyentuh hati jamaah. Bacaan yang tartil dan penuh penghayatan membuat suasana pelaksanaan Sholat Id terasa begitu syahdu dan menenangkan. Tidak sedikit jamaah yang tampak terharu dan mengaku merasakan kekhusyukan mendalam selama sholat berlangsung.
Bahkan, sebagian jamaah menyampaikan kekaguman mereka terhadap kualitas bacaan imam muda tersebut. Banyak yang menilai bahwa kehadiran generasi muda penghafal Al-Qur’an seperti Dedi Wahyudi merupakan harapan besar bagi masa depan syiar Islam dan regenerasi ulama Qur’ani di Kota Surakarta.
Penampilan beliau juga mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran sosok muda dengan kemampuan Al-Qur’an yang baik dinilai menjadi simbol penting bahwa generasi muda Islam masih memiliki semangat besar dalam menjaga tradisi keilmuan, adab, dan spiritualitas Islam di tengah perkembangan zaman modern.
Kegiatan Sholat Idul Adha ini turut dihadiri oleh para ulama se-Kota Surakarta dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir di antaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, pimpinan DPRD, Kapolresta Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri, pimpinan Bank Indonesia, Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta, serta sejumlah pimpinan daerah lainnya.
Setelah pelaksanaan sholat, acara dilanjutkan dengan Khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai ketakwaan, keikhlasan, semangat pengorbanan, serta pentingnya menjaga persatuan umat dan kepedulian sosial di tengah tantangan kehidupan modern.
Beliau menegaskan bahwa hakikat Idul Adha bukan hanya sekadar penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum untuk menyembelih ego, kesombongan, sifat individualisme, dan kepentingan pribadi demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Balai Kota Surakarta berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi gambaran harmoninya sinergi antara ulama, pemerintah, generasi muda, dan masyarakat dalam menjaga syiar Islam, memperkuat ukhuwah, serta membangun kehidupan bangsa yang damai, religius, dan bermartabat.
Banyak jamaah berharap agar generasi muda seperti Dedi Wahyudi terus diberikan ruang untuk berkembang dan menjadi bagian dari lahirnya kader-kader Qur’ani masa depan yang tidak hanya unggul dalam bacaan dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam akhlak, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat. (red)
