Peternak Babi di Bali Diperingatkan Untuk Waspada Terhadap Virus ASF
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | BALI — Kabar tentang kematian massal babi di kalangan peternak babi di Canggu, Badung, dan Payangan, Gianyar, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak babi di Denpasar. Kematian tersebut diduga disebabkan oleh virus Demam Babi Afrika (ASF), yang sebelumnya pernah menyerang peternak babi sekitar tahun 2024. Saat ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar hanya dapat mengimbau peternak untuk secara rutin menjaga kebersihan kandang mereka.
Dinas Pertanian Kota Denpasar menyatakan bahwa belum ada laporan kematian massal babi di kalangan peternak di Denpasar.
"Hingga saat ini, belum ada laporan atau keluhan terkait kasus ini. Astungkara, belum ada sama sekali," kata Ni Made Suparmi, Kepala Divisi Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar.
Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar terus melakukan penyuluhan kepada peternak, mengimbau mereka untuk menjaga kebersihan kandang dan secara rutin menyemprotnya dengan disinfektan. Mereka juga mengimbau peternak untuk tidak memasuki kandang babi dengan sembarangan.
“Terutama jika Anda baru datang dari luar, Anda harus membersihkan diri sebelum masuk ke kandang,” saran Suparmi.
Selain wabah kematian babi pada tahun 2024, ASF juga menyerang babi di Denpasar dari tahun 2019 hingga 2020. Gejala virus yang paling jelas adalah kematian mendadak pada babi. Hal ini memicu penurunan harga daging babi pada saat itu.
Situasi saat ini yang dialami peternak di Canggu, Badung, dan Payangan, Gianyar, persis sama seperti pada tahun 2024. Kebersihan kandang merupakan faktor utama penyebaran virus, selain faktor eksternal.
Oleh karena itu, peternak babi di Denpasar diimbau untuk menjaga kebersihan guna menghindari kerugian besar akibat kematian mendadak ini. (Made/BK)
