BREAKING NEWS

Bau Menyengat dan Serbuan Lalat di Pasar Jungke Picu Sidak Komisi B DPRD Karanganyar


BERITA SOLO ■ KARANGANYAR — Kondisi lingkungan di Pasar Jungke Karanganyar kini tengah menjadi sorotan tajam setelah tumpukan sampah yang tak terkendali mulai mengganggu roda ekonomi para pedagang. Menanggapi keresahan tersebut, Komisi B DPRD Karanganyar melakukan inspeksi mendadak pada Selasa pagi untuk melihat langsung situasi di lapangan yang dikeluhkan oleh masyarakat pasar.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Latri Sulistyowati mengungkapkan, kedatangan mereka merupakan respons cepat atas laporan para pedagang yang merasa aktivitas jual beli mereka terhambat akibat masalah sampah. Latri menekankan bahwa meskipun saat ini terdapat keterbatasan anggaran, sinergi antara pedagang dan dinas terkait harus tetap berjalan demi mencari jalan keluar yang efektif. 

"Kami mendorong adanya sistem pengelolaan yang lebih baik serta peningkatan kesadaran dalam memilah sampah secara mandiri agar beban pembuangan tidak menumpuk di satu titik. Ini harus direspon dengan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar," ucap Latri. 

Keluhan di lapangan memang terasa nyata. Sukarsi, salah satu pedagang di sana, menceritakan betapa tidak nyamannya berjualan di tengah bau menyengat dan serbuan lalat yang mengganggu pembeli. 

Bahkan Wiyatno, pedagang lainnya, mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan terutama saat momen sibuk seperti Lebaran akibat kondisi pasar yang kotor dan tidak nyaman dikunjungi.

Lurah Pasar Jungke Sri Hartoyo menjelaskan bahwa akar masalah ini dipicu oleh keterbatasan sarana prasarana seperti kontainer sampah yang sudah tidak layak pakai. "Kami telah mengusulkan pengadaan alat baru kepada dinas terkait namun terkendala minimnya anggaran, " kilahnya. 

Di sisi lain, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sunarno menegaskan kesiapannya untuk membantu armada dan tenaga pengangkut. Ia juga menargetkan penghapusan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping pada akhir Juli mendatang dengan syarat pedagang mulai proaktif memilah sampah mereka sendiri.

Plt Kepala Disdagperinaker Karanganyar Nugroho mengakui bahwa persoalan ini adalah tantangan besar karena dialami oleh hampir seluruh pasar yang dikelola pemerintah daerah. Dengan mengelola total 18 pasar, pihaknya terus berupaya mencari bantuan pengadaan kontainer di setiap lokasi. 

"Pengadaan kontainer untuk sampah ini baru kita usahakan. Sembari menunggu datang, mari sama-sama menjaga kebersihan pasar,  termasuk berani menegur warga luar yang kedapatan membuang sampah sembarangan di area pasar, " tandas Nugroho. (hrs)
Posting Komentar