Genap 36 Tahun, Intanpari Karanganyar Siap Tancap Gas Jadi Magnet Wisata Jawa Tengah
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | KARANGANYAR — Objek wisata legendaris Kolam Renang Intanpari baru saja merayakan hari jadinya yang ke-36 pada Kamis (26/3) malam.
Namun, perayaan kali ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng biasa. Momen ini menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Karanganyar siap "tancap gas" memoles sektor pariwisata sebagai motor utama ekonomi daerah.
Hadir langsung dalam acara yang digelar di ruang pertemuan PUD Aneka Usaha, Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana memberikan apresiasi khusus bagi destinasi yang telah puluhan tahun menjadi kebanggaan warga "Bumi Intanpari" ini.
Bupati Rober menegaskan ambisinya agar Intanpari tidak hanya puas menjadi destinasi favorit warga sekitar. "Kita ingin waterpark ini terus berkembang, makin diminati, dan tidak hanya jadi jagoan lokal, tapi juga magnet bagi wisatawan luar daerah," ujar Rober dengan optimis.
Ia menilai PUD Aneka Usaha, selaku pengelola, memiliki peran yang semakin strategis. Perusahaan daerah ini terbukti konsisten menggerakkan roda ekonomi lewat berbagai unit usaha ikonik. Seperti Edupark Dirgantara (Wisata edukasi pesawat), Gedung Teater & Gedung Wanita, Heritage Eks Pabrik Gula Tasikmadu yang sarat nilai sejarah.
Salah satu terobosan yang mencuri perhatian adalah kolaborasi apik antara PUD Aneka Usaha dengan Perum Perhutani KPH Surakarta. Kerja sama ini difokuskan untuk menggarap potensi wisata di lereng Gunung Lawu yang selama ini dikenal sebagai "tambang emas" pariwisata Karanganyar.
"Ini bukti PUD Aneka Usaha punya peran vital dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pelayanan publik kita," tegas Bupati.
Agar tetap relevan dan hits di media sosial, Bupati Rober berpesan agar pengelola tidak cepat puas. Ia mendorong adanya inovasi wahana dan agenda kreatif yang menyasar generasi muda.
"Pemanfaatan teknologi dan media digital wajib dioptimalkan. Potensi wisata kita luar biasa, tinggal bagaimana cara kita 'menjualnya' agar makin dikenal luas," imbuhnya.
Direktur PUD Aneka Usaha, Samidi, menyambut tantangan tersebut dengan optimisme tinggi. Baginya, usia ke-36 adalah momentum untuk berbenah total.
"Kami siap tancap gas dengan inovasi dan pelayanan yang lebih baik. Harapannya, seluruh unit usaha bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Karanganyar," ungkap Samidi.
Dengan portofolio yang makin beragam—mulai dari wisata air hingga pengelolaan kawasan hutan—Karanganyar kini memposisikan diri sebagai destinasi unggulan yang sangat kompetitif di Jawa Tengah. (hrs)
