BREAKING NEWS

Daya Beli Menurun, Pasar Tradisional Di Magetan Sepi Pengunjung


BERITA SOLO | MAGETAN — Aktivitas ekonomi pedesaan di Kabupaten Magetan menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang kian nyata. 

Laporan pandangan mata warga dari salah satu kecamatan menggambarkan situasi pasar desa yang semakin sepi, bahkan sejak pagi hari.


Di salah satu kecamatan di Magetan, pasar desa yang biasanya masih ramai hingga menjelang siang kini mulai lengang lebih cepat. Jika sebelumnya aktivitas jual beli bertahan hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kini pada pukul 08.00 pagi pasar sudah tampak sepi.

“Dulu sampai siang masih ramai, sekarang jam delapan sudah mulai kosong. Pembeli berkurang jauh,” ujar Narto, warga setempat, pada Selasa (24/3/2026).

Tekanan ekonomi juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil. Seorang pemilik kamar sewa untuk pedagang pasar mengungkapkan adanya penunggakan pembayaran hingga tiga bulan. Sejumlah penyewa bahkan meminta keringanan biaya.

"Ada yang minta biaya penitipan gerobak diturunkan dari Rp100 ribu jadi Rp50 ribu, itu pun belum terbayar. Ada juga yang minta potongan sewa karena pulang beberapa hari, sampai yang bayar dengan cara diangsur," ungkapnya.

Sementara itu, pedagang keliling yang biasa menggunakan mobil pikap dan sepeda motor untuk menjual kebutuhan rumah tangga, kini lebih banyak berhenti di terminal. Mereka memilih mengurangi aktivitas berkeliling karena minimnya pembeli.

“Daripada muter dan habis bensin, mereka pilih parkir. Jualan juga sepi,” tambahnya.

Kondisi serupa disebut tidak hanya terjadi di Magetan. Sejumlah laporan dari berbagai daerah menunjukkan pola yang sama menjelang Lebaran 2026: daya beli masyarakat melemah, transaksi menurun, dan perputaran uang di sektor informal melambat. (Dwi)
Posting Komentar