BREAKING NEWS

Pelantikan DEMA FKIP UNS: Pembimbing Ingatkan Mahasiswa Harus Siap 'Sakit' Demi Tempa Mental Juara


BERITA SOLO | SURAKARTA — Di tengah tren mahasiswa yang pragmatis mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan lulus cepat, pertanyaan klasik kembali menyeruak: Masih relevankah mahasiswa sibuk berorganisasi di kampus?


​Jawabannya tersaji lugas di Gedung A Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), pada Senin (9/2/2026). Sebanyak 34 mahasiswa resmi dilantik sebagai pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) FKIP UNS periode 2026.

​Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa ruang kuliah saja tidak cukup untuk mencetak pemimpin masa depan.

​Siap "Sakit" untuk Tumbuh

Hadir memberikan sambutan, Raharjo, S.Pd., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing DEMA FKIP UNS, menyoroti mentalitas yang harus dimiliki aktivis kampus. 

Ia tidak menjanjikan kemudahan, melainkan tantangan. Dengan frasa yang menohok, ia menyebut bahwa mahasiswa harus siap "sakit dengan berorganisasi".

​Ungkapan ini menyiratkan bahwa organisasi adalah kawah candradimuka. Mahasiswa harus rela mengorbankan waktu santai, memeras pikiran, dan menghadapi konflik untuk membentuk mental baja yang tidak didapatkan di dalam kelas.

​"Semoga tahun ini menjadi tahun keemasan untuk DEMA FKIP UNS dan teman-teman organisasi yang lain," ujar Raharjo, menaruh harapan besar di pundak 34 pengurus baru tersebut.

​Berwawasan Dunia, Berkarakter Nusantara

Senada dengan Raharjo, Wakil Dekan FKIP UNS, Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si., memberikan nasihat dengan pendekatan budaya yang kental. Melalui filosofi Tembang Mijil yang bermakna kelahiran atau permulaan, beliau mengingatkan bahwa organisasi adalah awal pembentukan karakter.

​Prof. Slamet menegaskan bahwa mahasiswa organisasi tidak boleh lupa akar budayanya. Ia menggelorakan slogan kebanggaan fakultas: "UNS Bisa, FKIP Berwawasan Dunia Berkarakter Nusantara, Mahasiswanya Juara."

​Pesan ini menjadi penegas bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi diharapkan tidak hanya cerdas secara global (berwawasan dunia), tetapi juga tetap membumi dan santun (berkarakter nusantara).

​Pelantikan 34 fungsionaris DEMA FKIP UNS ini menjadi bukti nyata bahwa di era digital ini, sentuhan kemanusiaan, kepemimpinan, dan budaya yang diajarkan lewat organisasi, justru semakin dibutuhkan.

Reporter: Fatikha Fikriyatul Mudhi’ah
Posting Komentar