BREAKING NEWS

Targetkan PAD Tembus Rp 300 Miliar, Pemkab Karanganyar Siap Rombak Sektor Pariwisata dan Genjot Infrastruktur Jalan


BERITA SOLO | KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar  melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh potensi pendapatan daerah guna mengejar target pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, secara terbuka mematok target kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai angka Rp 300 miliar pada periode 2027–2028 mendatang. 

Komitmen ini muncul sebagai bentuk evaluasi mendalam terhadap tren kenaikan PAD selama satu dekade terakhir yang dinilai masih stagnan di angka belasan hingga puluhan miliar rupiah per tahun, sehingga diperlukan perubahan pola pikir total dalam pengelolaan anggaran daerah.

Dalam forum diskusi bersama jajaran Pemkab dan akademisi hukum pariwisata, Adhe menegaskan bahwa target tersebut sangat realistis untuk dicapai jika pemerintah memiliki keberanian untuk mengubah strategi lama. 

Adhe menyoroti bahwa selama belasan tahun menjabat sebagai anggota legislatif sejak 2009, kenaikan PAD yang biasanya terjadi hanya berkisar antara Rp 12 miliar hingga Rp 50 miliar saja. Untuk itu, dengan pola manajemen yang tepat, lompatan besar di tahun 2027 menjadi fokus utama yang tidak bisa ditawar lagi demi kemajuan Bumi Intanpari.

"Kami berkomitmen, target 2027/2028 kita harus naik minimal Rp 300 miliar. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita punya mindset yang benar," ucap Adhe Eliana dalam sebuah forum diskusi bersama jajaran Pemkab dan akademisi hukum pariwisata, Senin (11/5). 

Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian utama dalam strategi besar ini karena performanya yang dinilai tengah mengalami penurunan dari peringkat papan atas destinasi favorit. Adhe Eliana mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi daerah, yakni minimnya kewenangan pemerintah kabupaten dalam mengelola titik-titik wisata strategis seperti di kawasan Kemuning dan Tawangmangu. 

Selama ini, Pemkab sering kali hanya menjadi penonton tanpa mendapatkan kontribusi optimal bagi PAD, padahal di sisi lain tetap harus menanggung beban kerusakan lingkungan akibat aktivitas wisata tersebut. Mitigasi dan perbaikan tata kelola ini menjadi harga mati agar daerah benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari kekayaan alamnya sendiri.

"Kita mitigasi, selama ini kita nyaris tidak punya hak mengelola pariwisata di daerah sendiri. Akibatnya, kita tidak mendapatkan apapun dari hasil itu," imbuhnya. 

Sebagai fondasi pendukung, perbaikan infrastruktur secara besar-besaran akan segera digulirkan melalui program Jalan Halus Bebas Jeglongan yang dijadwalkan melesat pada tahun 2025. Pemerintah telah menyiapkan alokasi APBD hingga Rp 70 miliar untuk pembangunan jalan di tahun depan, sebuah angka yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi biaya pemeliharaan rutin saja. 

Langkah ini diambil untuk membereskan persoalan jalan rusak secara bertahap sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah yang telah disusun.

Menutup arahannya, Adhe mengajak seluruh tokoh pariwisata dan masyarakat luas untuk kembali menghidupkan filosofi Tri Dharma perjuangan Raden Mas Said, khususnya semangat rumangsa melu handarbeni atau merasa ikut memiliki. 

Dengan menjaga kelestarian alam dan menata ekosistem pariwisata secara berkelanjutan, Karanganyar optimistis dapat kembali bersaing dengan daerah tetangga sekaligus mengangkat kelas ekonomi daerah demi kesejahteraan seluruh warga. Masyarakat pun diharapkan bersabar mengikuti proses perbaikan yang sedang berjalan, sembari bersama-sama menjaga alam agar tetap menjadi magnet utama bagi para wisatawan. (hrs)