BREAKING NEWS

Mahasiswa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kei Jaga Damai dan Hindari Konflik


BERITA SOLO | JAKARTA — Ikatan Mahasiswa Evav Jakarta–Jawa Barat (IMEJJ) menggelar aksi seruan damai untuk Tanah Evav/Kei yang berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Sabtu (02/05/2026). 

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral mahasiswa Evav di perantauan terhadap situasi konflik yang belakangan terjadi di Kepulauan Kei.

Dalam aksi tersebut, IMEJJ menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat Evav untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memperkeruh keadaan. Mereka menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kei.

Ketua Umum IMEJJ Muhammad Tahatawi Letsoin menyampaikan bahwa Tanah Evav bukan sekadar wilayah geografis, melainkan tanah adat yang dibangun di atas ikatan kekeluargaan yang kuat, saling menghormati, dan semangat hidup bersama. Nilai ini tercermin dalam falsafah luhur “Fangnanan Ain Ni Ain,” yang mengajarkan bahwa sesama orang Evav adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui jalan dialog, musyawarah, serta pendekatan adat yang bijaksana, bukan dengan kekerasan. Kekerasan hanya akan meninggalkan luka, merusak tatanan sosial, dan memperdalam perpecahan di tengah masyarakat,” tegas Muhammad Tahatawi Letsoin dalam orasinya.

Aksi damai ini juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga pemerintah daerah, agar bersatu dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kepulauan Kei. IMEJJ menilai bahwa sinergi antar seluruh pihak sangat diperlukan guna meredam konflik serta menciptakan suasana yang kondusif bagi kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, IMEJJ menegaskan bahwa sudah saatnya seluruh masyarakat Evav berdiri bersama, menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Persatuan dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga keutuhan sosial serta menjamin masa depan Tanah Evav yang aman, damai, dan bermartabat.

Dalam penutupnya, IMEJJ menekankan bahwa seruan damai untuk Tanah Evav bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga Kei, merawat persaudaraan, dan melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

“Damai untuk Tanah Evav adalah panggilan hati kita semua. Mari jaga Kei sebagai rumah bersama yang teduh, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” tutup Letsoin. (*)