BREAKING NEWS

Undang KH Mutain Nasoha, KB-TK Aulia Surakarta Sukses Gelar Halal Bi Halal Penuh Nilai Spritual dan Edukatif


BERITA SOLO | SOLO — KB-TK Aulia Sondakan, Laweyan, Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan berbasis karakter dengan sukses menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal (HBH) 1447 H / 2026 M. Acara ini berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan, kehangatan, dan nuansa kekeluargaan yang begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan seluruh wali murid KB dan TK Aulia, segenap dewan guru, serta segenap pengurus yayasan yang hadir secara langsung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga. Kehadiran seluruh elemen ini menjadikan acara tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang pertemuan nilai, visi, dan komitmen bersama dalam membentuk generasi masa depan.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan yayasan, Ibu Sarah, yang dengan penuh ketulusan menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari kesatuan visi antara yayasan, sekolah, dan orang tua. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih jauh adalah proses pembentukan karakter, akhlak, dan kepribadian anak. 

Ia juga mengajak seluruh wali murid untuk tidak hanya menyerahkan pendidikan kepada sekolah, tetapi turut aktif menjadi teladan utama di dalam keluarga.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah KB-TK Aulia, Ustadzah Uswatun Hasanah, S,Pd, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para wali murid kepada lembaga pendidikan KB-TK Aulia. Beliau menegaskan bahwa sekolah terus berupaya memberikan pendidikan terbaik, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembinaan akhlak dan spiritualitas anak. 

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak para orang tua untuk terus menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, serta memperkuat kolaborasi demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia Surakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Surakarta, Dr. KH. R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha Al Hafidz, yang menyampaikan pesan mendalam mengenai peran orang tua dalam menentukan kesuksesan anak. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi sangat dipengaruhi oleh kondisi spiritual, emosional, dan lingkungan keluarga yang dibangun oleh orang tua.

Beliau menjelaskan bahwa fondasi utama kesuksesan anak dimulai dari keharmonisan rumah tangga. Mengacu pada firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 34, beliau menekankan pentingnya peran suami sebagai pemimpin yang adil dan istri sebagai pendamping yang taat.

Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa struktur keluarga yang harmonis dan dilandasi nilai ketaatan akan melahirkan keberkahan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, baik secara psikologis maupun spiritual.

Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam mendidik anak. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah melarang orang tua mendoakan keburukan terhadap anaknya. Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa orang tua memiliki kekuatan yang sangat besar dan berpotensi dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, ucapan negatif yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi sebab terbentuknya realitas buruk dalam kehidupan anak.

Dalam aspek sosial, beliau menyoroti pentingnya meninggalkan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. QS. Al-Hujurat ayat 12 dengan tegas melarang perilaku tersebut. Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa ghibah tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga menghancurkan kebersihan hati dan menghilangkan keberkahan hidup. Orang tua yang menjaga lisannya akan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan penuh nilai positif bagi anak.

Lebih dalam lagi, beliau menekankan pentingnya tirakat atau riyadhoh sebagai bentuk usaha batin orang tua. QS. Al-Ankabut ayat 69 menjelaskan bahwa kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah akan dibalas dengan petunjuk dan kemudahan. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Kitab Madarij as-Salikin menegaskan bahwa latihan spiritual adalah jalan untuk membersihkan jiwa dan membuka pintu keberkahan dalam kehidupan, termasuk dalam proses mendidik anak.

Dalam konteks hubungan antara orang tua dan sekolah, beliau menekankan pentingnya sikap husnuzon atau prasangka baik. QS. Al-Hujurat ayat 12 mengingatkan agar manusia menjauhi prasangka buruk. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Az Zabidi dalam Kitab ittihaf Sadatil Muttaqin, seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa menjaga prasangka baik (husnuzon) terhadap sesama, karena prasangka yang baik akan melahirkan ketenangan hati, memperkuat ukhuwah, dan membuka pintu kebaikan dalam interaksi sosial. Dalam konteks pendidikan, sikap husnuzon orang tua terhadap lembaga pendidikan menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis, sehingga proses pembinaan anak dapat berjalan secara sinergis dan penuh keberkahan.

Sebagai penutup, Gus Mustain Nasoha yang menjabat Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta ini mengajak seluruh hadirin untuk menjaga hati dan perasaan orang lain dalam kehidupan sosial. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim tentang mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri. 

Imam Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menjelaskan bahwa menjaga hubungan sosial merupakan bagian dari kesempurnaan iman dan menjadi kunci terciptanya
masyarakat yang harmonis.

Suasana haru dan kekhusyukan terasa ketika acara ditutup dengan doa bersama. Para wali murid tampak larut dalam suasana refleksi, menyadari bahwa peran mereka sebagai orang tua memiliki dampak besar terhadap masa depan anak-anak mereka.

Kegiatan Halal Bi Halal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi setelah Hari Raya Idulfitri, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan berbasis keluarga. Dengan dukungan penuh dari yayasan, komitmen sekolah, serta keterlibatan aktif orang tua, KB-TK Aulia Surakarta optimis dapat terus melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman. (Abu Abdillah)
Posting Komentar