-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | Berita Solo Terbaru, Berita Solo Terkini Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Follow us on

    Bawaan Siapa Lu?

    BeritaSolo.com
    Rabu, 02 Agustus 2023, 10:17 WIB Last Updated 2023-08-02T03:40:17Z

    Menjadi penyelenggara pemilu negara ‘KONOHA’ ditingkat Kabupaten seperti lembaga BAWAAN SIAPA LU ?, itu menarik, selain gajinya yang mencapai angka 8 digit masih banyak pendapatan sah lainnya yang bisa diperoleh, selain mobil dinas-nya juga Avanza Veloz keluaran terbaru untuk masing² anggota. Dikantor selain memiliki staff yang siap membantu tugasnya juga ditiap-tiap kecamatan memiliki Panwascam berikut 8 staff di tiap kecamatan dan PK ditiap Desa, ditambah lagi pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang jumlahnya mendekati 3.000-an. Memiliki kekuasaan sebesar itu, sayang kalau gak nitip-nitip kader, ponakan, tetangga, teman atau gebetan.

    Namun jangan dianggap mudah untuk bisa menjadi komisioner di lembaga tersebut selama 5 tahun, juga dilembaga ‘toko sebelah’ bernama KaPe*. Penulis sendiri pernah mencobanya dan gagal ditahap 20 besar menuju 10 besar. Tulisan ini dibuat bukan untuk melampiaskan rasa sakit hati karena gagal menjadi penyelenggara pemilu ditingkat Kabupaten, namun hanya sekedar berbagi pengalaman saja bagi siapapun yang ingin menjadi penyelenggara ditingkatan Pusat, Propinsi, Kabupaten bahkan tingkat Kecamatan, baik di lembaga BAWAAN SIAPA LU atau dilembaga “toko sebelah”.


    Sebenarnya kata ‘tidak mudah’ bisa menjadi mudah jika kamu ketemu orang yang tepat dan diajak masuk dalam gerbong. Gerbong yang dimaksud penulis adalah organisasi pergerakan mahasiswa yang sudah mengakar menancapkan kuku-kukunya dalam Lembaga Penyelenggara Pemilu baik ditingkat daerah, propinsi maupun pusat. Yang dimaksud organisasi pergerakan mahasiswa tersebut adalah sekumpulan alumni-nya, bukan organisasi aktif-nya dikampus. Diantaranya adalah HM* entah dipo atau MPO dalam hal ini mereka berada dalam satu gerbong anggap saja berwarna kuning, gerbong lainnya berwarna merah bernama GMN* dan satu gerbong lagi berwarna idjo bernama PMI* beserta bintang sembilan-nya.

    Penulis sendiri berada di gerbong berwarna merah, karena memang sejak kuliah dulu anggota GMN* dan memiliki kartu alumni resmi, yang tidak pernah dicabut keanggotaannya. Karena gerbong tersebut cukup besar dan potensi kuota-nya juga besar ?, sayang kalau dinaiki cuma berdua, maka ada istilah ‘naturalisasi’, yaitu memasukan penumpang lain kedalam gerbong. Bahkan salah satu komisioner aktif yang sebelumnya berada di gerbong idjo bisa loncat ikutan naik gerbong merah. Juga penumpang lain yang berijazah SMA turut masuk ikut naik dalam gerbong merah, bahkan yang berijazah ujian persamaan setingkat SMA-pun juga ikutan diangkut masuk gerbong. 


    Itulah kenapa sebabnya penulis diatas menyebut “mudah”, kamu gak harus Sarjana dan semasa kuliah aktif di organisasi GMN*, sehingga bisa masuk gerbong merah. Karena ada ‘naturalisasi’ disitu, password-nya cukup teriak ‘MERDEKA’ dan ketika ditanya Marha*n jawabnya MENANG, soal idiologi organisasi kamu cukup bwosing aja di Internet.

    Masuk dalam gerbong adalah ” koentji “, gak peduli warna gerbongnya, kamu akan dibimbing, dibina, dimasukkan dalam grup WA terbatas se Jaw* Tengah terdiri dari 35 Kab/Kodya yang sifatnya rahasia sesuai dengan warna gerbongnya. Beruntung teman saya, di lembaga toko sebelah ?, dalam satu gerbong hanya sendiri menjadi penumpangnya, dan saat ini sudah masuk 10 Besar. Sedangkan di lembaga BAWAAN SIAPA LU ?, gerbong merah penuh sesak, terdapat 10 penumpang dan harus saling membunuh agar menjadi prioritas.

    Gerbong berwarna merah yang dinaiki penulis speed-nya kencang, lebih intensif dan tidak main² dalam membimbing, mengalahkan lembaga bimbingan belajar berbayar sekelas NEOTR*N COLL*GE sekalipun juga gerbong yang lain. Mentornya juga gak main-main, ketua lembaga BAWAAN SIAPA LU propinsi dan satu anggota komisioner aktif yang penulis kenal lama. Tidak cuma itu, juga ketua lembaga ” toko sebelah ” ikutan turun gunung jadi mentor. All Out. Offensif sekali.

    Entah karena kurang kerjaan atau memang idealisme organisasinya masih tinggi, sehingga ngotot ingin menempatkan kader-kadernya ditingkat bawah ?, yang jelas mereka beranggapan itu hal yang lumrah dan tidak menyalahi aturan. Jangan harap ada sportifitas dalam proses seleksi tersebut, sebab wasit pemimpin pertandingan dan hakim garisnya turun sendiri masuk lapangan sepak bola bahkan panitia pertandingan berikut sponsor dan penjaga papan skor-nya juga ikut turun main sepak bola.


    Secara rutin kamu akan diberi bahan-bahan bacaan sebelum ujian CAT, baik regulasi, peraturan, kisi-kisi, latihan soal dan lain-lain. Dalam waktu-waktu tertentu kamu akan ditest secara on line menjawab 100 pertanyaan ujian CAT, dan nilaimu akan muncul untuk dievaluasi lebih lanjut sampai 3 kali. Terakhir kamu juga harus meluangkan waktu untuk kopi darat sejauh 120 km untuk tatap muka, untuk mendapat bimbingan dari seorang psikolog profesional yang mengaku namanya ‘bunga’ khusus unt persiapan test psikologinya. Juga lengkap hadir disitu Wasit beserta hakim garis tingkat propinsi memberi bimbingan seharian penuh. Bahkan Wasit di toko sebelah juga hadir memberi motivasi. Namun kamu tidak boleh mendokumentasikan-nya.

    Usaha tidak pernah mengkhianati hasil, dengan mudah 10 penumpang gerbong merah lolos semua masuk 20 besar menyingkirkan 3 incumben yang ada. Juga saat masuk 10 besar, tercatat ada 6 penumpang gerbong merah yang masih bertahan, tersisa hanya satu peserta yang tidak ikut naik gerbong manapun, dan pastinya nanti akan jatuh di 5 besar.

    Menjadi lembaga yang Mandiri dan Independent hanya omong kosong, kedua Lembaga tersebut sudah dalam kendali mereka, terutama dalam rekrutmen ditingkat Kecamatan, Kabupaten dan Propinsi dan terutama lagi di Negara KONOHA Propinsi Jaw* Tengah. Masuk gerbong adalah “koentji”.(TP/by)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru