-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | Berita Solo Terbaru, Berita Solo Terkini Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Follow us on

    Polres Tegal Beri Solusi Soal Lakalantas di Depan Warung Makan Cempe Lemu Adiwerna

    Redaksi
    Minggu, 24 April 2022, 22:27 WIB Last Updated 2022-04-24T15:27:50Z

    BERITASOLO.com, Tegal | Sebagai upaya menanggapi keluhan dari masyarakat yang dilontarkan di media sosial tentang aduan beton yang berada dibawah jalan tol Adiwerna, Polres Tegal bersama Dishub Kabupaten Tegal berinisiasi mengundang diskusi atau pertemuan dengan beberapa pedagang di sekitar.

    Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kecelakaan yang sempat viral di media sosial SLKT dan media sosial lainnya yang diunggah beberapa waktu yang lalu.

    Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Kasi Humas plt Ipda Untung Heru saat mendampingi Kabagops Polres Tegal bersama kasat lantas, Kapolsek Adiwerna dan dishub Kab. Tegal serta mengundang perwakilan pemilik Rumah makan Cempe Lemu Adiwerna, Sate Mba Nok dan Rumah makan Pring cendani Ds. Ujungrusi di Polsek Adiwerna, Sabtu 23 April 2022.

    Menurutnya, pertemuan yang hadiri oleh beberapa element terkait yakni Dishub Kabupaten Tegal, Polres Tegal dan beberapa pedagang adalah merupakan diskusi untuk mendapatkan solusi tentang parkiran yang tidak tertata.

    “Oleh karena itu, petugas dan pengusaha sepakat bahwa pemilik rumah makan yang berada di bawah jalan tol Adiwerna Kabupaten Tegal bersedia mengusahakan lokasi parker dengan lampu penerangan dan juru parkir,” ungkapnya.

    Hal ini dimaksudkan, lanjut Ipda Untung, agar rasa nyaman antara pengunjung rumah makan dan para pengguna jalan dapat berjalan dengan baik.

    “Artinya yang makan juga tidak bingung lokasi parkirnya, yang lewat juga tidak mengeluh. Karena memang di lokasi tersebut sering kali macet lantaran yang makan di rumah makan tersebut parkirnya semrawut,” ungkapnya.

    Seperti unggahan viral di Media Sosial Group Facebook SLKT yang menginformasikan bahwa di lokasi tersebut baru dikasih beton ditengah-tengah jalan yang dimaksudkan agar pengguna baik sisi kanan maupun kiri tidak saling mendahului, berimbas pada kecelakaan tunggal yang terjadi pada sebuah kendaraan truk.

    “Kecelakaan yang dimaksudkan sebetulnya sih malam, karena kurang penerangan saja. Coba diskusi, kalo di kasih beton ditengah? Tidak desak-desakan kan? Tapi kalo gak dikasih? Parkirnya berantakan,” ujarnya.

    Oleh karenanya, lanjut Kasi Humas, pertemuan tersebut telah mendapatkan solusi yakni bahwa pemilik rumah makan bersedia membuat sarana penerangan dan menyediakan lokasi parkir yang aman untuk para pengunjung.(Okto/red)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru