Pemanfaatan Informasi Digital dalam Pengolahan Hasil Panen untuk Penguatan Ketahanan Pangan Desa
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO ■ SRAGEN – Pemanfaatan hasil panen lokal kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo.
Melalui program “Pemanfaatan Informasi Digital dalam Pengolahan Hasil Panen untuk Penguatan Ketahanan Pangan Desa”, mahasiswa KKN mengajak ibu-ibu kader posyandu untuk mengolah jagung menjadi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita.
Desa Kadipiro memiliki potensi hasil pertanian jagung yang melimpah. Selama ini, jagung lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok atau pakan ternak. Padahal, jagung juga dapat diolah menjadi makanan sehat dan menarik untuk balita.
Melihat potensi tersebut, kegiatan ini menghadirkan demonstrasi pembuatan puding jagung sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (22/01/2026) ini diikuti oleh ibu-ibu kader posyandu. Selama demonstrasi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan puding jagung.
Selain praktik langsung, peserta juga dibagikan puding jagung yang telah jadi sebagai contoh hasil olahan yang dapat diterapkan dalam kegiatan posyandu.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya mengandalkan demonstrasi tatap muka. Peserta juga dibekali leaflet yang memuat berbagai variasi olahan jagung untuk balita.
Leaflet tersebut dilengkapi dengan QR code yang terhubung ke konten YouTube edukatif, sehingga informasi dapat diakses kembali secara digital kapan saja dan di mana saja. Pemanfaatan media digital ini diharapkan mampu mendukung pembelajaran berkelanjutan bagi para kader.
Keberhasilan program terlihat dari penerapannya dalam kegiatan posyandu pada awal Februari 2026, di mana PMT yang diberikan kepada balita berupa puding jagung sesuai dengan hasil demonstrasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan yang dilakukan tidak hanya dipahami, tetapi juga langsung diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan balita.
Melalui integrasi pemanfaatan potensi lokal dan informasi digital, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan Desa Kadipiro serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak sejak usia dini.
Byline ■ Wahyu Choirun Nisa (Prodi S-1 Pendidikan Fisika, FKIP. UNS Angkatan 2023)


