BREAKING NEWS

Muhammadiyah Gelar Sholat Tarawih Perdana Di Ramadhan 1447 H


BERITA SOLO | JAKARTA — Ratusan masjid di bawah naungan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Barat resmi memulai rangkaian ibadah Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggelar shalat tarawih berjamaah, pada Selasa (17/2/2026) malam. 

Di Bandung, pusat aktivitas ibadah terpantau di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang. Sejak usai waktu Magrib, arus jamaah dari berbagai usia terus mengalir memadati area masjid. Antusiasme warga Muhammadiyah terlihat dari saf-saf yang sudah terisi penuh bahkan sebelum azan Isya berkumandang.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat, Jamjam Erawan, menegaskan bahwa seluruh masjid Muhammadiyah di wilayah tersebut mengikuti ketetapan pusat. 

"Total terdapat sekitar 400 titik lokasi di Jawa Barat yang menyelenggarakan shalat tarawih secara serentak malam ini," kata dia.

"Semuanya akan sama, pimpinan pusat Muhammadiyah sudah membuat sebuah keputusan, maka tidak ada ijtihad lain kecuali adalah samina wa athoba," imbuh Jamjam.

Sementara Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H/2026 M jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. 

Penetapan ini didasarkan pada keputusan Sidang Isbat (Penetapan) 1 Ramadhan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (17/2/2026). 

“Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Menag dalam konferensi pers yang digelar usai sidang.

Berdasarkan paparan dari Tim Hisab Rukyat, Kementerian Agama (Kemenag), tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang minus 2 derajat, 24 menit, 43 detik hingga nol derajat, 55 menit, 41 detik, serta sudut elongasi berada pada kisaran nol derajat, 56 menit, 23 detik hingga 1 derajat, 53 menit, 36 detik. Data tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal minimum 3 derajat dan sudut elongasi minimum 6,4 derajat. (*)
Posting Komentar