Komitmen Pemerintah untuk Terus Mengurangi Kemiskinan
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | SURAKARTA — Pemerintah telah menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui kebijakan yang berfokus pada masyarakat berpenghasilan rendah.
Indikator sosial ekonomi di berbagai daerah menunjukkan tren perbaikan dalam tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka, dan kesenjangan pendapatan.
Data terbaru menunjukkan tingkat kemiskinan 8,25 persen, pengangguran 4,7 persen, dan penyerapan 2,71 juta pekerja baru hingga tahun 2025.
Pemerintah terus memperkuat program perlindungan sosial dan memanfaatkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2024-2029, menyatakan bahwa ia telah membahas hal ini dengan Presiden Prabowo.
“Akhir pekan lalu, bersama beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih, kami menghadiri pertemuan terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Hambalang.
Dalam pertemuan ini, Presiden menyampaikan berbagai arahan strategis yang akan memandu pemerintah dalam menanggapi dinamika dan ketidakpastian global yang sedang berlangsung,” katanya.
Penekanan utama, lanjut Airlangga, adalah pentingnya memastikan bahwa setiap kebijakan yang diadopsi memberikan manfaat optimal dan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas di industri nasional.
“Indonesia juga harus berperan aktif dan konstruktif dalam memperkuat rantai pasokan global sebagai bagian dari upaya untuk menjaga ketahanan dan daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya pada Senin (16 Februari). (Jeane Patikawa)
