-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | Sumber Berita Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DPD RI Usulkan Nono Sampono, Dinilai Cocok Duduki Menteri KKP yang Baru

    BeritaSolo.com
    Sabtu, 28 November 2020, 03.17.00 WIB Last Updated 2020-11-27T20:17:24Z
    DPD RI Usulkan Nono Sampono, Dinilai Cocok Duduki Menteri KKP yang Baru

    BERITA SOLO ■ Edhy  Prabowo  menyatakan akan mundur dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap ekspor benur. Siapa kandidat yang bisa menggantikan posisi Edhy Prabowo di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

    Posisi Menteri KKP kini untuk sementara diisi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri ad interim.

    Sebelumnya, Melalui keputusan bersama Dewan Perwakilan Daerah, Ketua DPD RI AA La Nyalla telah merekomendasikan 3 nama calon pengisi pos menteri di Kabinet Indonesia Maju jika Presiden Joko "Jokowi" Widodo jadi merombak jajaran menterinya (reshuffle). 

    Salah satu yang mencuat akan menjadi kandidat kuat diantara Tiga nama  adalah Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

    “Nono  Sampono dinilai memiliki kriteria yang pas menggantikan Edhy Prabowo di posisi Menteri KPP, dikarenakan pengalaman militernya dan  penguasaan terhadap dunia kemaritiman, serta daerah Kepulauan," kata Ketua Komite I DPD RI H Fachrul Razi MIP kepada media Jumat (27/11) usai kunjungan pimpinan DPD RI ke Aceh 

    Fachrul Razi menambahkan, satu nama yang dianggap mumpuni, yaitu Wakil Ketua I DPD Nono Sampono. Pasalnya, Nono pernah membantu Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan terkait executive briefing. 

    Nono Sampono; Marinir Sejati dari Maluku dengan Segudang Prestasi

    Dikutip dari media satumaluku, (27/11) Nono Sampono, saat ini, lebih dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau Senator dari Provinsi Maluku. Dia memang baru bisa mendapatkan kesempatan mengabdi bagi masyarakat Maluku setelah mengakhiri karir militer.

    Hingga kini Nono Sampono tetap menjalin komunikasi dengan masyarakat Maluku di tempat tugasnya. Bahkan saat bertugas di Jakarta, Nono menjadi figur yang dihormati karena menjadi salah satu tokoh pelindung masyarakat Maluku se-Jabodetabek. Dia sangat aktif dan sering menggagas berbagai kegiatan masyarakat Maluku di perantauan.

    Kisah hidup Nono Sampono sesungguhnya sangat inspiratif. Dia merupakan salah satu pemuda berdarah Maluku yang sukses merintis karir di militer, bahkan meraih prestasi-prestasi yang tak pernah dibuat putra-putra Maluku sebelumnya. Darah Maluku turun dari ibunya. Sedangkan ayahnya berdarah Madura. Namun, sejak kecil semenjak sang ayah dan ibu berpisah, Nono mengikuti pamannya Idris Sampono, dan hidup dalam kesederhanaan di Kota Ambon sampai masa remaja.

    Selepas menyelesaikan studi di SMA Xaverius Ambon, Nono Sampono sempat melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Namun, baru setahun di bangku kuliah, dia sempat risau dengan masa depannya karena kondisi ekonomi keluarga. Akhirnya Nono Sampono banting stir mendaftar menjadi taruna AAL pada tahun 1972. Menjadi taruna saat itu, merupakan salah satu cara untuk memperbaiki nasib. Banyak pemuda Maluku maupun pemuda daerah lain yang punya mimpi menjadi taruna militer. Karena selain tidak membebani keluarga, lulusan taruna menjanjikan masa depan yang lebih baik.

    Itu juga yang menginspirasi Nono Sampono. Dia teken Akabri dan mendapat penempatan pendidikan di Akademi Angkatan Laut. Pemuda kelahiran 1 Maret 1953 itu pun lantas meninggalkan Ambon, Maluku dan membangun karir cemerlangnya selama puluhan tahun di TNI. Dia lah putra berdarah Maluku pertama menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI (Marinir) di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Saat Megawati Soekarnoputri menggantikan Gus Dur, Nono naik jabatan menjadi Komandan Paspampres dengan pangkat Mayor Jenderal TNI (Mar) dan mencatatkan diri sebagai putra Maluku pertama yang menjadi Komandan Paspampres. (MI/JBN)
    Comments

    Tampilkan

    BERITA TERBARU