-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | BERITA TERBARU HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ditengah Pandemik Covid-19, Pemkot Madiun Salurkan Bantuan 116 Rutilahu

    EDITOR
    Minggu, 06 September 2020, 04.40.00 WIB Last Updated 2020-09-07T11:50:59Z
      Ditengah Pandemik Covid-19, Pemkot Madiun Salurkan Bantuan 116 Rutilahu

    BERITA SOLO ■ Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyalurkan bantuan bagi 116 penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan 38 penerima perbaikan jamban.

    Penyaluran ditandai dengan penandatanganan virtual account bagi penerima bantuan bekerja sama dengan Bank Jatim di Kantor Kecamatan Kartoharjo. Bantuan yang sudah digulirkan sejak 2018 itu bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Madiun.

    Walikota Madiun, Maidi mengatakan, penerima bantuan RTLH tersebar di 27 kelurahan. Sementara penerima bantuan perbaikan jamban tersebar di 16 kelurahan. Nilai bantuan maksimal yang bersumber dari APBD 2020 bagi tiap penerima yakni Rp10 juta untuk RTLH dan Rp5 juta untuk bantuan perbaikan jamban.

    Setelah penanadatanganan virtual account, selanjutnya diteruskan penyaluran non tunai melalui Bank Jatim yang langsung dipindah bukukan ke tim pelaksana. Maidi menyatakan, bantuan program RTLH dan jambanisasi memiliki dasar hukum yang jelas sehingga pembangunan harus bermanfaat bagi masyarakat.

    “Ada rumah yang rusaknya berat kita selesaikan mungkin costnya lebih tinggi, yang rusaknya ringan costnya juga ringan. Ya intinya tidak kita pukul rata,” ungkapnya, Sabtu (5/9/2020).

    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto menjelaskan, salah satu indikator kesejahteraan masyarakat meningkat dapat diukur melalui jumlah penerima bantuan RTLH dan perbaikan jamban. Tiga tahun terakhir tercatat jumlah penerima bantuan menurun setiap tahunnya.

    “Penurunan jumlah itu merupakan indikator bahwa kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Soeko.

    Catatan Disperkim, penerima bantuan pada 2018 sebanyak 247 penerima RTLH, dan 144 penerima bantuan perbaikan jamban. Jumlah itu kemudian menurun menjadi 133 penerima RTLH, dan 59 penerima bantuan perbaikan jamban pada 2019.

    Soeko berharap penyaluran bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membantu warga yang kurang mampu agar memiliki RTLH dan jamban. Sebab, keduanya merupakan salah satu indikator menyongsong masyarakat sehat.

    Reporter.  : MR.Supriyanto/KilasInfo
    Comments

    Tampilkan

    BERITA TERBARU

    loading...
    loading...