Ketua Tani Merdeka Jawa Tengah Ajak Gen Z Buka Peluang Emas di Sektor Pangan Masa Depan
Font Terkecil
Font Terbesar
BERITA SOLO | KARANGANYAR — Ketahanan pangan kini menjadi isu krusial di tengah ketidakpastian global dan perubahan iklim yang melanda Indonesia. Sebagai negara agraris dengan lahan subur yang membentang luas, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar untuk bertransformasi menjadi lumbung pangan nasional bahkan dunia.
Namun, tantangan nyata seperti ancaman krisis pangan, ketergantungan pada impor, serta penurunan jumlah petani usia produktif menuntut adanya langkah taktis dan regenerasi yang cepat di sektor pertanian.
Menyikapi dinamika pangan nasional tersebut, Wawan Pramono, sosok legislator yang kini menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karanganyar sekaligus menakhodai Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Jawa Tengah, terus membuktikan bahwa pengabdiannya tidak hanya berada di meja parlemen, melainkan langsung menyentuh akar rumput demi memperkuat kedaulatan pangan.
Melalui langkah nyata di lapangan, ia menegaskan identitas dirinya bukan sekadar penikmat romantisme senja, melainkan anak sawah sejati yang memiliki rekam jejak kerja yang konkret dalam mengoptimalkan potensi bumi pertiwi agar mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Dalam berbagai kesempatan, legislator dari fraksi Gerindra ini secara konsisten menyuarakan pentingnya mengubah paradigma masyarakat terhadap profesi petani, terutama di tengah tuntutan pemenuhan pangan nasional yang kian meningkat.
Wawan Pramono menegaskan bahwa bekerja di sawah saat ini bukan lagi menjadi pilihan terakhir, melainkan sebuah pilihan terbaik yang menjanjikan hasil luar biasa jika dikelola dengan ilmu dan teknologi modern seperti mekanisasi dan digitalisasi pertanian.
Bagi Wawan, filosofi bertani adalah proses panjang yang dimulai dari menanam ilmu, merawat proses, hingga akhirnya memanen prestasi yang bermuara pada hasil yang menguntungkan secara ekonomi serta menjadi bukti nyata kontribusi dalam menyelamatkan Indonesia dari ancaman krisis pangan.
Secara khusus, melihat potensi besar sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi, Wawan Pramono memberikan perhatian besar kepada generasi muda, kaum milenial, dan Generasi Z untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian.
"Ayo anak muda dan gen Z untuk berani berkarya dari desa demi mewujudkan kemandirian dan kejayaan Indonesia melalui pengelolaan lahan-lahan produktif., " ungkapnya.
Melalui slogan petani naik kelas, dia meyakinkan generasi penerus bahwa masa depan bangsa berada di tangan para petani muda yang kreatif dan inovatif. Hal ini karena tangan yang kotor oleh tanah demi mengolah pangan akan menghasilkan rezeki yang bersih dan berkah sekaligus memperkuat fondasi lumbung pangan nasional.
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Wawan Pramono menyatakan pintu rumah dan ruang diskusinya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, terutama anak-anak muda yang ingin bertukar pikiran.
"Mari duduk bersama berbagi pengalaman, membuka wawasan, serta mendiskusikan betapa besarnya potensi dan peluang bisnis pertanian di masa yang akan datang, " tambahnya.
Menurutnya, sektor pangan adalah sektor vital yang tidak akan pernah mati, dan dengan keterlibatan generasi muda yang menguasai teknologi, pertanian modern akan menjadi pilar utama perekonomian yang membanggakan, menyejahterakan, dan mampu membawa Indonesia berdaulat penuh atas pangannya sendiri. (hrs)
