-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITASOLO.COM | Berita Solo Terbaru, Berita Solo Terkini Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Follow us on

    Kesenian Kuda Lumping Di Desa Beluk Ternyata Masih Eksis

    BeritaSolo.com
    Jumat, 26 November 2021, 09:49 WIB Last Updated 2021-11-26T02:49:46Z
     

    BERITA SOLO ■ Dari sekian banyak keragaman budaya dari berbagai suku, adat, terdapat satu kesenian yang terkenal di Indonesia,yakni kesenian tari kuda lumping yang berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Tarian kuda lumping juga sering disebut dengan jathilan.

    Tari tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Yogyakarta ini kemudian menyebar ke daerah Jawa lainnya. Ciri khas tarian ini adalah dimana para penari menunggangi kuda saat melakukan tarian.

    "Kuda yang ditunggangi tentu bukan kuda sungguhan, melainkan properti kuda yang terbuat dari anyaman bambu yang dibentuk dan dilukis menyerupai kuda sungguhan. Kemudian pada bagian kepala dan ekor kuda diberi tali  yang dikepang, tali yang dikepang inilah yang menjadikan tari kuda lumping dikenal juga dengan nama jaran kepang," ungkap Wanto (pawang), pada Jumat (26/11).

    Tarian ini juga merupakan bagian dari pagelaran tari Reog Ponorogo. Salah satu keunikan tari ini berlangsung adalah saat penari sedang kesurupan dan ditampilkan secara bebas namun tetap dalam pengawasan sang pawang.

    Selain itu ada juga adegan atraksi kekebalan badan, kekuatan magis, dan penari memakan beling atau pecahan kaca tanpa terluka.

    Tari kuda lumping biasanya dipertunjukan di berbagai acara umum maupun acara yang bersifat khusus seperti upacara adat. Sedangkan pada acara umum adalah seperti acara pernikahan, penyambutan tokoh penting, perasaan hari-hari besar dan berbagai momen lainnya. 

    Wanto selaku pawang kuda lumping menuturkan pada dasarnya kuda lumping adalah salah satu kesenian yang sudah turun menurun sejak lama, tapi kesenian  ini kalau bisa jangan nyampe hilang harus bisa di budidayakan terus, ungkapnya.

    (Imam Santoso/Tarno)



    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru